Hitman

lalalalala hufh akhirnya bisa juga....., ... ternyata mudah sekali..... hhahahahahah.....
Hitman

Gears of war

aku bunuh kaw.... serbu........
Gears of war

Gears of war

eh..... kalian semua jangan kelahi dong.... berdamai ngapa.... kan damai itu indah..... hahahahaha......
href="">my

PROSES BISNIS PROKUREMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA

Diposting oleh no

PROSES BISNIS PROKUREMEN DAN SUMBER DAYA MANUSIA

Prokuremen adalah proses bisnis dari pemilihan sumber daya, pemesanan dan mendapatkan barang atau jasa. Langkah umum dalam proses prokuremen adalah :

Menentukan kebutuhan
Permintaan pembelian adalah dokumen internal yang dibuat untuk meminta sesuatu pada suatu waktu tertentu. Permintaan pembeliand apat disiapkan secara manual.

Memilih sumber daya
R/3 dapat memeriksa apakah ada kontrak dengan pemasok untuk menyediakan suatu item yang diminta.

Permintaan untuk quotation
Permintaan untuk quotation dibuat untuk item atau jasa yang sangat mahal atau untuk item atau jasa yang penawarannya diperlukan sebagai kebijakan perusahaan.

Memilih pemasok
R/3 membandingkan kebutuhan prokuremen dengan catatan pemasok yang telah dicatat dalam dokumen quatation dan mengindikasi quatation yang pantas untuk permintaan.


Menerbitkan pesanan pembelian
Dokumen pesanan pembelian mengientifikasi pemasok dan menginformasi barang yang dipesan jumlah, harga, tanggal pengiriman, jangka waktu pengiriman, dan jangka waktu pembayaran.

Penerimaan barang
Dokumen penerimaan barang disiapkan dalam R/3. Tipe dokumen ini sering disebut laporan penerimaan. Dokumen penerimaan barang diterbitkan ketika barang disimpan sebagai persediaan, tanpa memerhatikan sumbernya.

Verifikasi faktur
Verifikasi Faktur memastikan bahwa biaya dan kebutuhan kuantitas sudah dipenuhi.

Pembayaran kepada pemasok
Pembayaran dibuat sesuai dengan jangka waktu pembayaran dan persyaratan yang ditentukan dalam pesanan pembelian atau record master pemasok.

Record Master
Record master dibuat dalam R/3 dengan tujuan untuk menggambarkan struktur organisasi dan proses bisnis perusahaan.

Dokumen prokuremen yang tersedia pada R/3 terdiri dari :
• Permintaan pembelian
• Pemintaan untuk quatation
• Quatation
• Pesanan pembelian
• Perjanjian ringkas
• Kontrak
• Perjanjian penjadwalan
• Pencatatan informasi pembelian


PENGENDALIAN SIKLUS TRANSAKSI PADA PROKUREMEN

Permintaan (Penyimpangan)
Permintaan untuk membeli diawali dari departemen pembelian. Permintaan pembelian disetujui dalam departemen yang membuatnya.

Pembelian
Fungsi dari departemen pembelian adalah memilih pemasopk dan mengatur jangka waktu, dan pengiriman. Bagaimana dapat dilakukan tergantung pada tingkat relatif sentralisasi dalam fungsi pembelian di perusahaan.

Penerimaan
Pesanan pembelian memberikan otorisasi ke departemen penerimaan untuk menerima pengiriman dari pemasok ketika barang telah dikirimkan. Prosedur penerimaan harus punya peran independen untuk menghitung pengiriman atau menyiapkan laporan penerimaan.

Penyimpanan
Departemen penyimpanan menyetujui penerimaan pengiriman dari bagian penerimaan dengan menandatangani laporan penerimaan dan kemudian melanjutkan ke hutang dagang.

Hutang Dagang
Hutang bertanggung jawab untuk membeli pembayara ke pemasok. Empat dokumen-permintaan pembelian, pesanan pembelian, laporan penerimaan dan faktur-tersedia untuk mendokumentasikan transaksi pembelian.


PROSES BISNIS MANAJEMEN SDM
Proses bisnis manajemen SDM berkaitan dengan pembuatan dan pengelolaan sistem informasi yang memproses informasi SDM. Sistem SDM menyediakan alat untuk menyiapkan dan mengolah informasi yang relevan dengan struktur organisasi.

Pemrosesan SDM pada SAP R/3
Modul SDM pada SAP R/3 termasuk komponen yang menangani tujuan yang telah dinyatakan sebelumnya secara terintegrasi pada lingkungan online.
SAP R/3 terdiri dari 2 modul SDM, yaitu :
• Modul administrasi personel (HR – PA)
Yang berisi pengelolaan karyawan, seperti detail karyawaban, data gaji dan data kinerja karyawan
• Modul Perencanaan dan pengembang personel (HR – PD)
Menyediakan alat untuk menyiapkan dan mengelola informasi struktur organisasi.

PENGENDALIAN SIKLUS TRANSAKSI PADA PROSES PENGGAJIAN


























Mengilustrasikan flowchart dokumen proses penggajian, karakteristik utama dari ilustrasi tersebut adalah pemisahan fungsi-fungsi berikut ini :
• Personel
Personel (jabatan) kantor bertanggung jawab untuk menampilkan orang dalam penggajian perusahaan, melakukan spesifikasi tarif pembayaran dan mengotorisasi semua potongan dari pembayaran.
• Pencatat waktu
Fungsi pencatat waktu bertanggung jawab untuk menyiapkan dan menggunakan laporan kehadiran dan kartu pencatatan kerja (job-time tickets)..
• Penggajian
Departemen penggajian bertanggung jawab untuk penghitungan sesungguhnya dan menyiapkan penggajian

Beberapa karakteristik lain untuk diperhatikan pada gambar 8.4. adalah :
1. Penggunaan rekening penggajian imperst untuk slip gaji untuk memudahkan rekonsiliasi
2. Rekonsiliasi independen dari laporan bank untuk rekening penggajian
3. Penggunaan master independen, orang yang mendistribusikan pembayaran independen dari personel, pencatat waktu, dan menyiapkan gaji. Personel kantor, departemen pencatat waktu atau departemen penggajian tidak mempunyai akses ke slip gaji yang dikeluarkan.

PENGENDALIAN TRANSAKSI PADA BISNIS PELANGGAN

Diposting oleh no

PENGENDALIAN TRANSAKSI PADA BISNIS PELANGGAN
Rekaman pelanggan di masukan dari persediaan barang jadi. Pengendalian siklus transaksi berdasarkan pada fungsi yang di pisahkan dalam suatu proses bisnis.
Fungsi-fungsinya adalah :
1. Input pesanan
Memulai proses pesanan pelanggan dengan menyiapkan dokumen pesanan penjualan. Pesanan penjualan berisi penjelasan produk yang di pesan, harganya, dan data deskriptif mengenai pelanggan seperti nama, alamt penggirim, dan jika di perlukan alamat penagihan.
2. Kredit
Kredi pelanggan yang masih ada sebaiknya di verifikasi terlebih dahulu ke bagian penggiriman barang untuk pelanggan regular, pemeriksaaan kredit meliputi menentukan jumlah total kredit yang di setujui tidak melebihi otorisasi dari manajemen secara umum/khusus.
3. Barang jadi
Barang jadi di ambil sesuai dengan yang ada pada pidang list picking setelah di siapkan dari dokumen penggiriman yang di siapkan dengan database pesanan untuk memproses pesanan yang telah di setujui.
4. Pengiriman
Bagian penggiriman menerima perintah penggiriman, setelah cocok dengan pesanan yang ada di packing list bersaman dengan barang yang di pesan seperti yang ada pada daftar pengepakan barang. Informasi yang pesanan yang ada pada daftar pengepakn disiapkan di siapkan secara independen karena ia didasarkan pada pesanan yang di siapkan oleh fungsi order dan di setujui oleh fungsi kredit.
Bagian pengiriman menyiapkan bill of leading untuk pengiriman, yang merupakan pertukaran dokumentasi antara pengiriman dan pengangkut.
5. Penagihan
Merupakan proses akhir dari proses pesanan yang tampak pada daftar penagihan. Bagian penagihan melakukan verifikasi pesanan dan kemudian menyiapkan faktur. Faktur di kirim kepada pelanggan . faktur pada jurnal penjualan dan pemberitahuan dikirimkan kebagian utang dagang.
6. Piutang dagang dan buku besar
Perbedaan antara penagihan dan piutang dagang adalah penagihan bertanggung jawab untuk membuat faktur pesanan secara individual dan piutang dagang menaggani innformasi rekening pelanggandan mengirimkan laporan piutang dagang kepada pelanggan.
Pengendalian total dari posting ke rekening buku besar piutang dagang dibandu=ingkan dengan jurnal yang dikirimkan dari penagihan untuk melakukan validasi posting kebuku besar.

PENGENDALIAN SIKLUS TRANSAKSI PADDA PROSES BISNIS PIUTANG DAGANG
1. Penerimaan kas
Slip pembayaran pelanggan di lanjutkan ke piutang dagang untuk posting dari penerimaan kas. Piutang dagang tidak memiliki akses ke kas / memeriksa pembayaran pelanggan.
2. Penagihan
Faktur, memo kredit dan penyesuaian faktur lainya dirutekan ke piutang dagang untuk di posting ke reekening pelanggan
3. Piutang dagang
Bertangung jawab untuk mengelola buku pembantu piutang dagang rekening control di kelola oleh departemen buku besar.debet dan kredit di posting ke rekening pelanggan dari bumkt pekanggan. Faktur dan dokumen lain yang di terima dari penagihan dan penerimaan kas laporan pelanggan dikirim langsung ke palanggan oleh departemen piutang dagang. Pemprosesan periodic meliputi penyiapan neraca saldo umur piutang dari buku pembantu piutang dagang untuk digunakan oleh departemen kredit
4. Kredit

Meliputi menyetujui return dan potongan penjualan dan penyesuaian lainya untuk rekening. Pelanggan, menilai dan menyetujui neraca saldo umur piutang untuk menentukan sisa kreditdari pelanggan. Dan memulai memo penghapusan untuk membebani rekeningkerugian piutang.

5. Buku besar
Mengelola rekening pengendali piutang dagang. Debet dan kredit di posting ke rekening pengendalian piutang dagang dari jurnaldan hasil pencocokan dengan total pengendali yang di terima dari penagihan dan penerimaan kas.jumlah ini di rekonsiliasi ke buku besar langsung dari piutang dagang.
6. Return dan potongan penjualan
Pootongan penjualan terjadi karena ada nbarang dagangan yang rusak , kekurangan dalam pengiriman, kesalahan klerikal, atau adanya perjanjian antara pelanggan dan penjual untuk mengurangi jumlah yang punyai pelanggan.
Return pelangan terjadi karena pelanggan mengembalikan barang yang sudah di kirim.
7. Penghapusan piutang dagang
Hal pokok dalamm penghapusan adalah analisis rekening yang telah jatuh tempo sebelumnya.departemen kredit memulai proses penghapusan dengan memo penghapusan yang di ssetujui oleh treasure atau fungsi independen lainya. Bagian utang dagang melakukan otorisasi untuk rekening yang di hapus setelah menerima memo penghapusan yang sudah di setujui, lalu di kirim kepada pihak ke 3 untuk tujuan pencatatan

PENGENDALIAN SIKLUS TRANSAKSI PADA BISNIS PROKUREMEN
1. Permintaan (Penyimpangan)
Permintaan untuk membeli diawali dari departemen pembelian. Permintaan pembelian disetujui dalam departemen yangpenyimpanan.

2. Pembelian
Fungsi dari departemen pembelian adalah memilih pemasok dan mengatur jangka waktu, dan pengiriman.bagian pembelian memilih pemasok dan kemmudian menyiapkan pesanan pembelian untuk suau permintaan, tembusan di kirimkan kepada pemasok.
3. Penerimaan
Pesanan pembelian memberikan otorisasi ke departemen penerimaan untuk menerima pengiriman dari pemasok ketika barang telah dikirimkan. Prosedur penerimaan harus punya peran independen untuk menghitung pengiriman atau menyiapkan laporan penerimaan.
4. Penyimpanan
Departemen penyimpanan menyetujui penerimaan pengiriman dari bagian penerimaan dengan menandatangani laporan penerimaan dan kemudian melanjutkan ke hutang dagang.
5. Hutang Dagang
Hutang bertanggung jawab untuk memulai pembayara ke pemasok. Empat dokumen-permintaan pembelian, pesanan pembelian, laporan penerimaan dan faktur-tersedia untuk mendokumentasikan transaksi pembelian.
6. Pengeluaran kas
Cek voucher dan voucher diterima dari departemen hutang dagang. Setelah cek voucher dan voucher diperiksa, cek ditandai-tandai dan voucher dicap dan disimpan urut nomor. Voucher, termasuk dokumen asli, jika memungkinkan dicap untuk menghindari kemungkinan pembayaran rangkap. Cek voucher di posting ke register cek. Control total dari jumlah yang telah diposting disiapkan dan direkonsiliasikan dengan voucher yang diterima dari hutang dagang. Cek voucher di lanjutkan langsung yang dibayar, control total dilanjutkan ke buku besar.

7. Buku besar
Ayat jurnal diterima dari hutang dagang dan control total dari pengeluaran kas direkonsiliasi, dan total diposting ke buku besar. Ayat jurnal dan control total disimpan menurut tanggal

PROSES BISNIS TRANSAKSI PADA PENGAJIAN

1. Personel
Personel (jabatan) kantor bertanggung jawab untuk menampilkan orang dalam penggajian perusahaan, melakukan spesifikasi tarif pembayaran dan mengotorisasi semua potongan dari pembayaran.
2. Pencatat waktu
Fungsi pencatat waktu bertanggung jawab untuk menyiapkan dan menggunakan laporan kehadiran dan kartu pencatatan kerja (job-time tickets).. Pada akhir periode pembayaran, kartu pencatat waktu akan menunjukkan jumlah waktu yang dipakai karyawan untuk bekrtja dan waktu di mana ia berharap menerima gaji.
3. Penggajian
Departemen penggajian bertanggung jawab untuk penghitungan sesungguhnya dan menyiapkan penggajian
PENGENDALIAN SIKLUS TRANSAKSI PADA BISNIS PRODUKSI

1. Pengendalian produksi

System akuntansi biaya berfokus pada pengelolaan persediaan manufaktur : bahan baku,, bahan baku dalan proses ,dan barang jadi. Job coasting merupakan prosedur yang harga perolehan didistribusikan ke job khusus / persamaan produksi

2. File dan laporan

kebutuhan dasar produksidi sediakan dengan daftar material dan daftar operasi master. Daftar material berisi daftar semua bahanyang di butuhkan dan deskripsinya dalam pesanan sub perakitan.daftar operasi berisi operasi tenaga kerja rinci urutan pengerjaan dan kebutuhan mesin yang berkaitan denga pengerjaan tersebut.

3. Arus transaksi

Pesanan produksi di jalankan sesuai dengan otorisasi untuk departemen produksi untuk membuat produk.

4. Akuntansi biaya

Bertanggung jawab untuk mengelola file pencatatan juga barang dalam proses. Catatan baru di tambahkan dalam file inijika menerima pesanan produksiyang baru yang di mulai oleh pengendalian produksi

5. Pengendalian persediaan

Pengendalian persediaan di wujudkan melalui beeberapa pencatatan persediaan, saldo persediaan, dn level max dan min dari persediaan. Tujuanya adalah meminimumkan biaya persediaan total.

6. Produksi just in time

Merupakan istilah yang di gunakan untuk menjelaskan system produksi yang yang komponen yang di produksi hanya ketika di perlukan saja dalam suatu proses operasi.


PENGENDAILIAN INTERNAL KHUSUS UNTUK SISTEM INFORMASI RESPON CEPAT

Sisstem informasi cepat sama dengan system computer yang lain, meningkatkan masalah pengendalian internal tertentu. Pertibanga utamanya adalah memastikan bahwa pengendalian atau yang sejenisnya merupakan bagian integral dari system pemanufakturan respon cepat pemprosesan computer secara umum dan EDI akan mengurangi dokumen kertas yang berorientasi manusia pengendalian terprogram dan audit trail dapat menjadi efektif, tetapi integritas harus dibuat selama pengembangan system.

Pengendalian terhadap operasi sitem harus di lengkapi dengan peningkatan pengendalian terhadap proses pengembangan system. Teknik pengendalian dan audit trail seperti log transaksi dan edit check yang terprogram yang memerlukansumber daya pengembangan dan pemprosesan yang lebih baik.

Pengembangan system merupakan hal yang utama pada banyak system berbasis computer, tetapi pengembangan system merupakan hal yang kritis dalam system pemanufakturan respon cepat.

PERTANGGUNGJAWABAN dan TUJUAN AUDIT

Diposting oleh no

PERTANGGUNGJAWABAN dan TUJUAN AUDIT
Tujuan Pelaksanaan suatu Audit atas Laporan Keuangan
Tujuan Audit Umum atas Laporan Keuangan oleh Auditor Independen adalah  untuk menyatakan pendapat atas kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil usaha serta arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAS 1 – AU 110)
Tanggungjawab Manajemen
 Tanggungjawab untuk mengadopsi kebijakan akuntansi yang sehat, menyelenggarakan pengendalian intern yang memadai serta membuat berbagai penyajian laporan keuangan secara wajar
• Contoh Laporan Manajemen dalam suatu LaporanTahunan yang mencantumkan pernyataan tentang tanggungjawab manajemen (lihat Gambar 6-2)
Tanggungjawab Auditor
SAS 1 (AU 110)  Auditor memiliki tanggungjawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh tingkat keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan itu telah terbebas dari kesalahan penyajian yang material, baik disebabkan oleh kekeliruan maupun oleh kecurangan. Karena sifat audit dan berbagai karateristik kecurangan auditor dapat memperoleh tingkat keyakinan, walaupun tidak mutlak, bahwa kesalahan penyajian yang material dapat dideteksi. Auditor tidak bertanggungjawab untuk merencanakan dan melaksanakan audit guna memperoleh keyakinan yang memadai bahwa kesalahan penyajian baik disebabkan oleh kekeliruan maupun oleh kecurangan, yang tidak material terhadap laporan keuangan dapat dideteksi
• Kesalahan Penyajian Material vs Non Material
 dianggap material bila gabungan berbagai kekeliruan yang belum terkoreksi dan kecurangan dalam laporan keuangan dapat mengubah atau mempengaruhi berbagai keputusan pengguna laporan keuangan
• Tingkat Keyakinan yang memadai (reasonable assurance)
 Keyakinan merupakan ukuran tingkat kepastian yang diperoleh auditor pada akhir proses audit . Diasumsikan memiliki tingkatan yang lebih rendah daripada kepastian atau keyakinan mutlak serta memiliki tingkatan yang lebih tinggi daripada tingkat keyakinan yang rendah
Alasan Auditor bertanggungjawab atas tingkat keyakinan yang memadai tapi tidak mutlak :
– Mayoritas bukti audit berasal dari pengujian sampel atas populasi
– Berbagai penyajian akuntansi terdiri dari sejumlah taksiran yang kompleks, yang mengandung sejumlah ketidakpastian serta dapat mempengaruhi berbagai peristiwa yang akan datang
– Laporan keuangan yang disusun dengan penuh kecurangan seringkali sangat sulit, khususnya saat terdapat suatu kolusi dalam manajemen perusahaan
• Kekeliruan (error) vs Kecurangan (fraud)
SAS 82 (AU 316) membuat perbedaan antara dua jenis kesalahan penyajian yaitu :
Kekeliruan : kesalahan penyajian atas laporan keuangan yang tidak disengaja
Kecurangan : kesalahan penyajian yang disengaja
• Penggelapan aktiva (misappropriation of assets)
• Kecurangan pelaporan keuangan (fraudulent financial reporting)
• Skeptisme Profesional
SAS 1 (AU 230)mewajibkan bahwabahwa audit harus di rancang sdemikian rupa agar dapat memberikan tingkat keyakinan yang memadai untuk mendeteksi baik kekeliruan maupun kecurangan yang material yang terkandung di dalam laporan keuangan.
Merupakan sikap dimana auditor tidak boleh mengasumsikan bahwa manajemen bersikap tidak jujur, tetapi kemungkinan bahwa mereka telah bersikap tidak jujur harus tetap diperitmbangkan

Tanggungjawab Auditor dalam mendeteksi berbagai Kekeliruan yang material
• Tanggungjawab Auditor dalam mendeteksi berbagai Kecurangan yang material
– Kecurangan yang berasal dari kecurangan Pelaporan Keuangan vs Penggelapan Aktivitas
– Contoh tiga situasi yang melibatkan pencurian aktiva
• Tanggungjawab Auditor untuk menemukan tindakan yang ilegal
– Tindakan ilegal yang berpengaruh langsung
– Tindakan ilegal yang tidak berpengaruh langsung
– Pengumpulan bukti jika tidak terdapat alasan untuk mempercayai munculnya berbagai tindakan ilegal yang tidak berpengaruh langsung
– Pengumpulan bukti serta berbagai tindakan lainnya jika terdapat alasan untuk mempercayai kemungkinan munculnya berbagai tindakan ilegal baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung
– Berbagai tindakan yang dilakukan ketika auditor mengetahui keberadaan tindakan ilegal
Siklus Laporan Keuangan
• Pendekatan siklus untuk melakukan segmentasi pada suatu audit (lihat Gambar 6-3)
– Siklus penjualan dan penagihan
– Siklus akuisisi dan pembayaran
– Siklus pembayaran upah dan personalia
– Siklus persediaan dan pergudangan
– Siklus akuisisi modal serta pembayarannya kembali
• Contoh Hillsburg Hardware Company (lihat Gambar 6-4, Tabel 6-1)
• Hubungan antar berbagai siklus (lihat Gambar 6-5)
Menyusun berbagai Tujuan Audit
• Tujuan Audit yang terkait dengan Transaksi
– Setiap kelas transaksi terdapat sejumlah tujuan audit yang harus dipenuhi sebelum auditor dapat menyimpulkan bahwa transaksi tersebut telah dicatat dengan tepat
• Tujuan Audit yang terkait dengan Saldo
– Tujuan audit yang harus dipenuhi bagi setiap saldo akun

Berbagai asersi manajemen
– Pernyataan manajemen tentang berbagai kelas transaksi dan berbagai akun yang terkait dengannya dalam laporan keuangan
– Terkait langsung dengan PABU/PSAK
SAS 31 (AU 326) mengklasifikasikan asersi kedalam liama kategori :
1. Keberadaan atau keterjadian (existence or occurrence)
2. Kelengkapan (completeness)
3. Penilaian atau alokasi (valuation or allocation)
4. Hak dan Kewajiban (rights and obligations)
5. Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)
• Berbagai asersi Keberadaan atau keterjadian
– Berbagai asersi Keberadaan  apakah aktiva, kewajiban serta modal yang tercantum dalam neraca benar-benar ada pada tanggal neraca
– Berbagai asersi Keterjadian  apakah berbagai transaksi yang tercatat dalam suatu laporan keuangan memang benar-benar terjadi selama periode akuntansi tersebut
• Berbagai asersi Kelengkapan
– Seluruh transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah disajikan seluruhnya
• Berbagai asersi Penilaian atau alokasi
– Apakah nilai yang tersaji pada akun aktiva, kewajiban, modal, pendapatan dan beban dalam laporan keuangan merupakan nilai yang tepat
• Berbagai asersi Hak dan Kewajiban
– Apakah pada waktu tertentu, aktiva merupakan hak perusahaan dan passiva merupakan kewajiban perusahaan
• Berbagai asersi Penyajian dan pengungkapan
– Apakah berbagai komponen dalam laporan keuangan telah digabungkan atau dipisahkan, diuraikan dan diungkapkan dengan tepat

Tujuan Audit yang Terkait dengan Transaksi
 Merupakan asersi manajemen dan kerangka kerja yang dapat membantu auditor dalam mengumpulkan bukti audit yang cukup kompeten serta memutuskan jumlah bukti audit yang tepat yang harus dikumpulkan bagi berbagai kelas transaksi.
Tujuan audit umum yang terkait dengan transaksi :
1. Keberadaan - Berbagai transaksi yang tercatat memang terjadi
2. Kelengkapan - Berbagai transaksi yang terjadi telah dicatat
3. Akurasi - Berbagai transaksi yang tercatat telah dinyatakan dalam nilai yang benar
4. Klasifikasi - Berbagai transaksi yang tercatat dalam jurnal klien telah diklasifikasikan secara tepat
5. Pemilihan waktu yang tepat (timing) - Berbagai transaksi dicatat pada tanggal yang benar
6. Pemindahbukuan (posting) dan pengikhtisaran - Berbagai transaksi tercatat dengan tepat telah dicantumkan pada master file serta telah diikhtisarkan dengan benar
• Tujuan audit spesifik yang terkait dengan transaksi ada tiga asersi (Lihat Tabel 6-2)

Tujuan Audit yang Terkait dengan Saldo
• Persamaan dan Perbedaan Tujuan Audit yang Terkait dengan Transaksi dan Tujuan Audit yang Terkait dengan Saldo
– Persamaan : merupakan asersi manajemen dan kerangka kerja yang dapat membantu auditor dalam mengumpulkan bukti audit yang cukup kompeten
– Perbedaan :
• Diterapkan pada saldo akun
• Mempunyai tujuan audit yang lebih banyak dibanding pada kelas transaksi
Tujuan Audit yang Terkait dengan Saldo
• Tujuan audit umum yang terkait dengan saldo :
1. Keberadaan - Nilai yang tercantum memang terjadi
2. Kelengkapan - Nilai yang mempengaruhi saldo akun telah dicantumkan
3. Akurasi – Nilai yang tercantum telah dinyatakan dengan benar
4. Klasifikasi - Nilai yang tercantum dalam daftar klien telah diklasifikasikan dengan tepat
5. Cut off - Berbagai transaksi yang terjadi disekitar tanggal neraca telah dicatatkan pada periode yang tepat
6. Kaitan rinci - Berbagai rincian dalam saldo akun sesuai dengan nilai pada master file yang terkait, tercakup dalam nilai total saldo akun dan sesuai dengan nilai total dalam buku besar
7. Nilai yang terealisasi – Berbagai aktiva dicantumkan salam sejumlah nilai yang diperkirakan akan terealisasi
8. Hak dan kewajiban
9. Penyajian dan pengungkapan – Saldo akun dan berbagai ketentuan pengungkapan yang terkait dengan saldo akun tersebut telah disajikan dengan tepat dalam laporan keuangan
Tujuan audit spesifik yang terkait dengan saldo
– Minimal akan terdapat satu tujuan audit spesifik yang terkait dengan saldo untuk masing-masing tujuan audit umum yang terkait dengan saldo, kecuali jika auditor meyakini bahwa suatu tujuan audit umum yang terkait dengan saldo tidak relevan atau tidak penting dalam situasi tertentu
Bagaimana Tujuan Audit tersebut dapat Dipenuhi
 Melalui empat fase proses audit (lihat Gambar 6-7)
Proses audit  suatu metodologi yang tersusun baik untuk mengorganisasikan suatu audit untuk memastikan bahwa bukti yang terkumpul telah memadai dan kompeten serta semua tujuan audit yang tepat telah terspesifikasi dan dipenuhi

Fase I - Merencanakan dan Mendesain Pendekatan Audit  Harus terkumpulnya bukti audit yang cukup kompeten agar dapat memenuhi tanggungjawab profesional auditor dan biaya pengumpulan bukti audit ini haruslah seminimal mungkin
1.Memperoleh pemahaman akan strategi bisnis klien dan memproses serta menilai resiko
2.Memahami pengendalian intern dan menilai resiko pengendalian
Fase II – Melaksanakan Uji Pengendalian dan Uji Substantif atas Transaksi
– Uji Pengendalian (test of control)  untuk menyesuaikan pengurangan taksiran resiko pengendalian dari yang direncanakan semula (menguji efektivitas pengendalian tersebut)
– Uji substantif atas transaksi (substantive tests of transactions)  melakukan evaluasi atas pencatatan berbagai transaksi yang dilakukan oleh klien dengan memverifikasi nilai moneter dari berbagai transaksi
Fase III – Melaksanakan Prosedur Analitis dan Uji Rincian Saldo
– Prosedur Analitis (analytical procedures)  menggunakan perbandingan serta berbagai hubungan untuk menilai apakah saldo akun atau tampilan sata lainnya tampak wajar
– Uji rincian saldo (tests of details of balances)  berbagai prosedur spesifik yang ditujukan untuk menguji salah saji secara moneter pada akun dalam laporan keuanganBagaimana Tujuan Audit tersebut dapat Dipenuhi
Fase IV – Melengkapi Proses Audit dan Menerbitkan suatu Laporan Audit
– kesimpulan menyeluruh tentang apakah suatu laporan keuangan itu telah disajikan secara wajar

RINGKASAN DARI ISTILAH KUNCI YANG TERKAIT DENGAN BUKTI

Diposting oleh no

RINGKASAN DARI ISTILAH KUNCI YANG TERKAIT DENGAN BUKTI

• Tabel 12-6  menunjukkan hubungan diantara istilah kunci yang terkait dengan bukti, sbb :
1) Tahap dari Proses Audit
4 aspek audit lengkap :
1. Merencanakan dan merancang suatu pendekatan audit
2. Melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi
3. Melakukan prosedur analitis dan pengujian rincian saldo
4. Menyelesaikan audit dan mengeluarkan suatu laporan audit
2) Sasaran Hasil Audit
 Harus dipenuhi sebelum auditor dapat menyimpulkan bahwa suatu kelas transaksi atau saldo akun tertentu dinyatakan wajar
 Ada 6 sasaran hasil audit yang terkait dengan transaksi dan 9 sasaran hasil audit yang terkait dengan saldo
3) Jenis Pengujian
5 kategori pengujian audit yang digunakan auditor untuk menentukan apakah laporan keuangan dinyatakan secara wajar :
1. Prosedur untuk memahami suatu pemahaman pengendalian internal
2. Pengujian Pengendalian
3. Pengujian Substantif atas Transaksi
4. Prosedur Analitis
5. Pengujian Rincian Saldo
4) Keputusan Bukti
4 subkategori keputusan yang dibuat auditor salam mengumpulkan bukti audit :
1. Prosedur Audit
2. Ukuran contoh
3. Materi untuk dipilih
4. Penetapan waktu dari pencapaian
5) Jenis Bukti
7 kategori besar dari bukti yang digunakan oleh auditor :
1. Pengujian fisik
2. Konfirmasi
3. Dokumentasi
4. Prosedur analitis
5. Pengamatan
6. Pemeriksaan klien
7. Pencapaian ulang


Empat fase untuk proses audit keseluruhan (lihat Gambar 12-9)
Penetapan waktu dari pengujian pada setiap fase untuk suatu audit dengan tanggal neraca saldo 31 Desember

Fase I : Merencanakan dan Merancang suatu Pendekatan Audit
 Auditor menyusun : Rencana Audit yang dirumuskan dengan baik dan Program Audit yang spesifik untuk audit keseluruhan
 Untuk mengembangkan keseluruhan rencana audit dan program audit  menilai dari materialitas, resiko audit yang bisa diterima, resiko inheren dan resiko pengendalian
 Untuk menilai Resiko Inheren dan Resiko Aaudit yang Bisa Diterima, digunakan :
1. Informasi yang diperoleh selama penerimaan klien dan perencanaan awal
2. Memahami industri dan bisnis klien
3. Menilai resiko bisnis klien
4. Melakukan prosedur analitis awal
Fase II : Melakukan Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi
 Terjadi pencapaian dari Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi
 Sasaran hasil dari fase II adalah untuk :
1. Memperoleh bukti dalam mendukung dari pengendalian yang spesifik yang berperan bagi resiko pengendalian  Pengujian Pengendalian
2. Memperoleh bukti dalam mendukung dan ketapatan transaksi moneter  Pengujian Substantif atas Transaksi
• Faktor penentu yang utama dari tingkatan Pengujian Rincian Saldo  hasil dari Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi
• Pengujian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum tanggal neraca saldo

Fase III : Melakukan Prosedur Analitis dan Pengujian Rincian Saldo
 Memperoleh bukti tambahan yang cukup untuk menentukan apakah saldo akhir dan catatan kaki dalam laporan keuangan dinyatakan secara wajar
 Sifat dan tingkatan pekerjaan akan sangat bergantung pada penemuan dari dua fase yang sebelumnya
 Dua kategori umum dari prosedur fase III :
1. Prosedur Analitis  menilai keseluruhan kewajaran transaksidan saldo (lihat Tabel 12-7)
2. Pengujian Rincian Saldo  prosedur spesifik yang dimaksudkan untuk menguji salah saji moneter dalam saldo laporan keuangan
Fase IV : Menyelesaikan/Melengkapi Audit dan Mengeluarkan Laporan Audit
 Mengakumulasikan beberapa bukti tambahan untuk laporan keuangan, meringkaskan hasilnya, mengeluarkan laporan audit dan melaksanakan bentuk monukasi yang lain
 Fase ini mempunyai beberapa bagian :
1. Tinjauan ulang untuk Kewajiban Bersyarat
Kewajiban Bersyarat  kewajiban potensial yang harus disingkapkan dicatatan kaki milik klien.
2. Tinjauan ulang untuk Peristiwa Kemudian
Peristiwa yang terjadi akibat tanggal neraca saldo tetapi sebelum dikeluarkannya laporan keuangan dan laporan auditor akan mempunyai suatu efek pada informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.
3. Mengakumulasikan Bukti Akhir
Sebagai tambahan bukti yang diperoleh untuk masing-masing siklus selama fase I dan II dan fase III  untuk mengumpulkan bukti bagi laporan keungan secara keseluruhan sepanjang fase penyelesaian .
4. Mengeluarkan Laporan Audit
Jenis laporan audit yang dikeluarkan tergantung pada bukti yang dikumpulkan dan penemuan audit.
5. Berkomunikasi dengan Komite Audit dan Manajemen
Auditor diminta untuk mengkomunikasikan kondisi yang bisa dilaporkan kepada komite audit atau manajemen senior


KESELURUHAN RENCANA AUDIT DAN PROGRAM AUDIT

Diposting oleh no

KESELURUHAN RENCANA AUDIT DAN PROGRAM AUDIT

JENIS-JENIS UJIAN
Lima jenis ujian yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah laporan keuangan dinyatakan secara wajar (lihat Gambar 12-1)

A. Prosedur untuk Memperoleh Pemahaman dari Pengendalian Internal
Lima jenis prosedur audit yang berhubungan dengan pemahaman auditor akan pengendalian internal :
1. Memperbarui dan mengevaluasi pengalaman auditor yang sebelumnya auditor dengan entitas itu
2. Meminta keterangan dari personil klien
3. Membaca manual sistem dan kebijakan klien
4. Menguji dokumen dan arsip
5. Mengamati aktivitas dan operasional entitas
Prosedur yang digunakan untuk memperoleh bukti dari resiko pengendalian . dan ujian Dilakukan untuk menentukan kepantasan dari rancangan dan efektivitas operasional pengendalian internal yang spesifik, dan Jenis prosedur ujian pengendalian :

• Meminta keterangan dari personil klien yang sesuai
• Menguji dokumen, arsip dan laporan
• Mengamati aktivitas yang terkait dengan pengendalian
• Melaksanakan kembali prosedur klien

Ujian Substantif dari Transaksi
Prosedur yang dirancang untuk menguji salah saji dolar (salah saji moneter) yang secara langsung mempengaruhi ketepatan dari saldo laporan keuangan
1. Ujian substantif transaksi
menentukan apakah ke-6 sasaran hasil audit yang terkait dengan transaksi telah dipenuhi untuk setiap kelas transaksi.

2. Prosedur Analitis
melakukan perbandingan dari jumlah tercatat untuk harapan yang dikembangkan oleh auditor
Tujuan prosedur analitis dalam mengaudit saldo akun :
1. Menunjukkan kehadiran kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan
2. Mengurangi ujian rincian saldo
3. Ujian Rincian Saldo
berfokus pada saldo buku besar akhir, baik neraca saldo dan akun laporan penghasilan, dominasi ujian rincian saldo pada neraca lajur



MEMILIH JENIS UJIAN UNTUK DILAKSANAKAN

Jenis Bukti
Hubungan antara jenis ujian dan jenis bukti (lihat Tabel 12-2)
• Prosedur untuk memperoleh suatu pemahaman dari pengendalian internal dan pengujian pengendalian hanya melibatkan pengamatan, dokumentasi, pemeriksaan dan pencapaian kembali.
• Pemeriksaan atas klien dibuat dengan tiap jenis perjanjian.
• Dokumentasi dan pencapaian kembali digunakan untk tiap jenis ujian kecuali prosedur analitis
Biaya Relatif
• Keputusan jenis pengujian mana yang dipilih untuk memperoleh bukti kompeten yang cukup  biaya bukti
• Jenis pengujian sesuai dengan tingkatan biaya :
1. Prosedur analitis
2. Prosedur untuk memperoleh suatu pemahaman sari pengendalian internal dan pengujian pengendalian
3. Ujian substantif atas transaksi
4. Ujian rincian saldo

a. Hubungan antara Prosedur Analitis dan Pengujian Substantif
• Prosedur analitis  hanya menyediakan indikasi dari kemungkinan salah saji
• Jika fluktuasi prosedur analitis tidak biasa dikenali  pengujian substantif transaksi atau pengujian rincian saldo harus dilakukan untuk menentukan apakah salah saji dolar sudah benar-benar terjadi
• Auditor melaksanakan prosedur analitis dan percaya bahwa kemungkinan salah saji material adalah kecil  pengujian substantif lainnya dapat dikurangi

b. Pertukaran antara Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif
•  hubungan antara pengujian substantif dan penilaian resiko (termasuk pengujian pengendalian) pada tingkatan efektivitas pengendalian internal yang berbeda
• Pengujian substantif atas transaksi adalah lebih mahal dibanding tes dari pengujian pengendalian

c. Hubungan antara Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif
• Pengecualian dalam pengujian pengendalian  suatu indikasi kemungkinan salah saji yang mempengaruhi nilai dolar dari laporan keuangan
• Pengecualian dalam pengujian substantif dari transaksi atau pengujian rincian saldo  deviasi pengujian pengendalian
• Pengujian substantif transaksi atau pengujian rincian saldo  harus dilakukan untuk menentukan apakah salah saji dolar sudah benar-benar terjadi

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI PADA PENGUJIAN AUDIT
• SAS 80 (AU 236) dan SAS 94 (AU 319)
• Tidak praktis untuk mengurangi resiko pendeteksian dengan hanya melakukan ujian substantif
• Auditor perlu melaksanakan pengujian pengendalian untuk mendukung penilaian resiko pengendalian menajdi dibawah maksimum
• Mengurangi tingkat uji coba pengendalian yang otomatis


CAMPURAN BUKTI
Kombinasi dari kelima jenis pengujian yang digunakan untuk siklus manapun
a. Analisa Audit 1
Klien perusahaan besar dengan pengendalian internal yang canggih dan resiko inheren yang rendah :
• Auditor melakukan pengujian pengendalian yang ekstensif
• Auditor sangat percaya kepada pengendalian internal klien untuk mengurangi pengujian substantif
• Pengujian substantif transaksi dan ujian rincian saldo  diperkecil
• Pengujian pengendalian dan prosedur analitis  relatif murah
b. Analisa Audit 2
Perusahaan berukuran sedang, banyak pengandalian dan beberapa resiko inheren :
• Auditor memutuskan untuk melakukan semua jumlah pengujian menengah, kecuali prosedur analitis yang akan dilaksanakan secara ekstensif
• Pengujian ekstensif dilaksanakan jika ada aresiko inheren
c. Analisa Audit 3
Perusahaan berukuran sedang tetapi mempunyai sedikit pengendalian efektif dan resiko inheren yang besar :
 Tidak ada pengujian pengendalian yang dilakukan
 Ditekankan kepada ujian rincian saldo dan ujian substantif transaksi, juga beberapa prosedur analitis
 Prosedur analitis dilakukan untuk mengurangi pengujian substantif
 Biaya audit relatif tinggi karena jumlah pengujian substantif yang rinci
d. Analisa Audit 4
Auditor menemukan penyimpangan pengujian pengendalian ekstensif san salah saji yang penting selagi melakukan pengujian substantif transaksi dan prosedur analitis :
 Pengendalian internal tidak efektif
 Pengujian ekstensif dan rincian saldo dilakukan untuk mengganti kerugian hasil yang tidak dapat diterima dari pengujian yang lain

RANCANGAN PROGRAM AUDIT
Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas transaksi
 Bagian deskriptif yang mendokumentasikan pemahaman untuk memperoleh pengendalian internal dan mempengaruhi program audit pengujian pengendalian dan pengujian substantif :
1. Uraian tentang prosedur yang dilakukan untuk memperoleh suatu pemahaman dari pengendalian internal
2. Resiko pengendalian yang dinilai
• Metodologi untuk merancang ujian :
 3 langkah pertama  melakukan prosedur untuk memahami pengendalian internal, menilai resiko pengendalian, mengevaluasi manfaat-biaya dari pengendalian pengujian.
 Prosedur audit meliputi pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi tergantung  resiko pengendalian yang dinilai
 Pengendalian efektif, resiko pengendalian yang dinilai adalah rendah  pengujian pengendalian sangat ditekankan

Prosedur Audit
Pendekatan untuk merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi menekankan pemenuhan sasaran hasil audit yang terkait dengan transaksi.
Pendekatan 4 langkah berikut dilakukan ketika auditor merencanakan untuk mengurangi resiko pengendalian yang dinilai :
1. Menggunakan sasaran hasil audit yang terkait dengan transaksi kepada kelas transaksi yang diuji
2. Mengidentifikasikan pengendalian kunci yang harus mengurangi resiko pengendalian untuk masing-masing sasaran audit yang terkait dengan transaksi
3. Untuk semua pengandalian internal yang digunakan untuk mengurangi penilaian awal dari resiko pengendalian dibawah maksimum (pengendalian kunci), mengembangkan pengujian pengendalian yang sesuai
4. Untuk potensi jenis salah saji yang berhubungan masing-masing sasaran audit yang terkait dengan transaksi

Prosedur Analitis
Prosedur analitis relatif murah dan dilakukan pada 3 tahap audit berbeda:
1. Dalam tahap perencanaan untuk membantu auditor memahami bisnis klien dan menentukan bukti lain yang diperlukan untuk memenuhi resiko audit yang bisa diterima
2. Selama audit, terutama selama pengujian substantif
3. Mendekati akhir audit sebagai ujian akhir kewajaran

Pengujian Rincian Saldo
Metodologi untuk merancang pengujian rincian saldo diorientasikan kepada  sasaran hasil auit yang terkait dengan saldo
o Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian dan pengujian susbtantif atas transaksi untk siklus penjualan dan penagihan
o Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk saldo piutang
 Auditor melaksanakan prosedur analitis untuk suatu rekening untuk 2 tujuan :
1. Mengidentifikasikan salah saji yang mungkin dalam saldo akun
2. Mengurangi pengujian audit yang terperinci
o Merancang pengujian rincian saldo piutang dagang untuk memenuhi sasaran audit yang terkait dengan saldo (lihat Bab 3)
 Pengujian rincian saldo yang telah direncanakan meliputi :
1. Prosedur audit
2. Ukuran contoh
3. Materi untuk dipilih
4. Penetapan waktu
Tahapanya :
• Mengidentifkasikan resiko bisnis klien yang mempengaruhi piutang dagang.
 Sebagai bagian dari memeproleh suatu pemahaman dari industri san bisnis klien
• Menetapkan salah saji yang dapat ditolerir dan menilai resiko inheren untuk piutang dagang.
 Keputusan auditor  menetapkan penilaian awal tentang materialitas untuk audit secara keseluruhan dan mengalokasikan totalnya ke saldo akun (salah saji yang dapat ditolerir)
 Salah saji ditolerir lebih rendah mengakibatkan  lebih banyak uji coba rincian dibanding suatu jumlah yang tinggi
• Menilai resiko kendali untuk siklus penjualan dan penagihan.
 Pengendalian efektif mengurangi resiko pengendalian dan karenanya bukti yang diperlukan untuk pengujian substantif transaksi dan ujian rincian saldo
 Pengendalian yang tidak memadai meningkatkan bukti substantif yang diperlukan

Tingkatan Pemisahan dari Aktivitas Perencanaan
• Gambar 12-8  menunjukkan kegiatan perencanaan yang utama dan tingkatan dari pemisahan yang biasanya diterapkan
• Tingkat pemisahan  keseluruhan audit hingga sasaran hasil audit yang terkait dengan saldo untuk masing-masing akun

Program Audit Ilustrastif sebelumnya
Program audit (lihat Tabel 12-4) perlu dikembangkan setelah mempertimbangkan semua faktor yang mempengaruhi pengujian rincian saldo dan didasarkan pada asumsi tentang :
1. Resiko Inheren
2. Resiko Pengendalian
3. Hasil dari pengujian pengendalian
4. Pengujian Substantif atas transaksi
5. Prosedur analitis

Hubungan Sasaran Audit yang terkait dengan transaksi dan Sasaran Audit yang Terkait dengan Saldo
• Ketika semua sasaran audit yang terkait dengan transaksi telah dipenuhi, auditor masih menggunakan pengujian substantif dari saldo untuk sasaran audit yang terkait dengan saldo berikut:
1. Nilai yang dapat dicapai
2. Hak dan kewajiban
3. Presentasi
4. Penyingkapan

new moon

Diposting oleh no

Lanjutan Twilight Saga: Twilight karya Stephenie Meyer ini ceritanya makin seru aja. Di novel New Moon ini pula kisah kasih antara Bella dan Edward mengalami masa-masa kritis. Okeh, langsung ajah berikut ini ulasannya. Isabella Swan yang udah berpacaran selama 6 bulan dengan Edward Cullen menghadiri acara ultahnya sendiri yang dirayain oleh keluarga Cullen. Keluarga ituh emang care dan sayang banget sama Bella, bahkan juga udah nganggap keluarga sendiri. Nah, diperayaan ultahnya di rumah Edward tersebut, tak sengaja jari Bella terluka sewaktu menerima kado dan Jasper, yang kita tahu selama ini adalah vampir vegetarian yang baru dan belum terbiasa dengan status vegetariannya, jadi kalap dan tiba-tiba ga tahan mau menggigit Bella setelah melihat darah mengucur dari jarinya. Edward dan keluarga Cullen yang lain berusaha menghentikannya. Bella juga sempat terjatuh dan lengannya terluka parah. Karena kejadian itu, Edward merasa bersalah dan karenanya berencana meninggalkan Bella selamanya. Apalagi, mereka dah 3 tahun berada di Forks, dan mereka khawatir kalo orang-orang mulai menanyakan soal fisik mereka yang tak tampak menua. Keluarga Cullen pun pergi meninggalkan Forks dan (katanya sih) menuju Los Angeles. Kepastian soal kemana mereka pergi pun tak pernah diketahui Bella. Bella langsung patah hati mendalam begitu tau Edward memutuskannya dan meninggalkannya. Dalam kesendiriannya itulah, Bella teringat kembali dengan sahabatnya, Jacob Black, yang dah lama ga mengunjunginya. Dengan alasan ingin meminta bantuan memperbaiki kedua motornya, Bella pun menuju kerumah Jacob Black di La Push dan jalinan pertemanan mereka pun terjalin dengan hangat kembali. Jacob tahu soal keluarga Dr.Cullen yang dah pergi dan karenanya makin intensif mencoba mendekati Bella. Pada satu titik, Bella udah mulai menyukai Jacob seperti seorang wanita menyukai pria, dan bukan sahabat lagi. Ia jadi menikmati kebersamaanya bersama Jacob, apalagi Jacob sangat mengerti Bella dan menerimanya apa adanya. Namun tetep aja Bella ga bisa melupakan Edward. Pada suatu malam sehabis mereka pulang dari nonton bioskop di Port Angeles, Jacob terlihat kuyu,letih dan badannya super panas. Bella khawatir, apalagi setelah keesokannya dan hari-hari sesudahnya Jacob tak pernah maen kerumah Bella dan menghubunginya lagi. Bella yang kalut langsung menanyakan pada Billy perihal apa yang terjadi namun Billy tak mau berterus terang. Bella yang hatinya jadi sedih lagi gara-gara kehilangan sohib sebaik Jacob, memutuskan untuk mengenang kembali kebersamaannya dengan Edward dengan mengunjungi padang rumput kecil dimana Edward dulu menunjukkan badannya yang berkilauan pada saat mentari bersinar. Saat sedang mengenang memori itu, tiba-tiba Laurent, vampir yang dulu satu kelompok dengan James, muncul dan mengatakan kalo Victoria sedang mencari dan mengincar Bella. Laurent yang sedang kehausan saat itu berniat 'memakan' Bella. Untung saja ia diselamatkan 5 serigala besar yang datangnya entah darimana itu. Bella penasaran dan berniat menanyakan soal serigala itu pada Jacob,karena ia tinggal di La Push, tempat berkeliarannya para serigala tersebut. Yang ada malah Jacob mendadak marah dan minta Bella ga berteman lagi dengan dia. Malamnya, Jacob yang merasa bersalah mendatangi Bella dan memberinya beberapa petunjuk kenapa ia ga mau berteman lagi dengan Bella. Bella menelusuri teka-teki tersebut dan berhasil mengetahui kalo Jacob dan keempat temennya itu adalah werewolf pelindung. Mereka udah ada garis keturunan werewolf dan hanya menjadi werewolf bila diwilayah mereka terusik dengan kehadiran vampir. Bella meyakinkan Jacob dan temen2nya bahwa vampir2 yang sekarang ini kabarnya banyak memburu manusia yang melintas hutan bukanlah keluarga Cullen dan mereka adalah Laurent dan Victoria. Laurent telah berhasil dibunuh kawanan werewolf dan itu membuat Victoria menjadi satu-satunya vampir ganas yang berkeliaran disekitar hutan tersebut. Bella memberitahu Jacob kalo Victoria memburunya karena dendam dengan kematian James. Bella dapat menerima kondisi Jacob yang werewolf dan hubungan mereka terjalin kembali.

Jacob dan keempat temennya setiap hari melakukan pengamanan disekitar hutan dan itu menyebabkan Bella lagi-lagi merasa kesepian dan tiba-tiba ingin melakukan tindakan nekat yaitu jatuh dari atas tebing kelaut, ia ingin melakukannya karena penasaran selama ini ia selalu merasa mendengar suara Edward pada saat-saat genting। Bella hanya ingin 'mendengar' suara Edward lewat aksi nekatnya.

Pada saat jatuh kelaut, Bella yang nyaris tenggelam diselamatkan Jacob dan tak sengaja Bella melihat Victoria dikejauhan. Jacob dan temen2nya makin waspada.
Tak dinyana-nyana, ketika Jacob mengantar pulang Bella, Alice datang. Alice yang dapat melihat masa depan, merasa yakin kalo menurut penglihatannya, Bella jatuh dari tebing kelaut tanpa ada yang menolongnya. Ia mengira Bella udah meninggal. Alice ternyata tak dapat melihat kehadiran werewolf yang menolong Bella di penglihatannya. Sayangnya, Alice mengatakan penglihatan tersebut pada Rosalie dan dengan versinya, Rosalie mengatakan pada Edward kalo Bella udah meninggal.

Edward yang depresi berat pergi ke Italia, tepatnya ke kota Volterra tempat keluarga Volturi tinggal. Ia minta pada keluarga itu untuk menghabisinya saja karena ia ga bisa idup tanpa Bella. Keluarga Volturi menolaknya dan hanya mau menghabisi Edward kalo ia melanggar kesepakatan ke'vampir'an, seperti misalnya menggigit manusia, bikin ribut ditengah keramaian ataupun menunjukkan identitas nya sebagai vampir. Untung saja Alice dan Bella yang bergegas ke Volterra dapat mencegah Edward mengekspos dirinya ditempat umum tepat pada waktunya. Edward dan Bella pun bertemu kembali.. oh sooo sweeeeeet....

Eits, critanya lum slese lo, hehe. Setelah mereka bertemu, pengawal keluarga Volturi dan anggota keempat keluarga Volturi, Jane, membawa mereka ke tempat kediaman keluarga Volturi yang letaknya sangat tersembunyi itu. Dengan Alec yang adalah anggota kelima Volturi, mereka sama-sama menghadap 3 anggota Volturi yang utama yaitu Aro, Caius dan Marcus. Mereka ingin menghabisi Bella yang udah mengetahui terlalu banyak soal vampir. Alice mengadakan kesepakatan bahwa ia akan mengubah Bella jadi vampir asalkan keluarga Volturi tidak membunuhnya. Deal. Mereka pun kembali ke Forks dengan selamat. Ah ya, Bella sih seneng2 aja ya kalo dia bakalan diubah jadi vampir, tapi Edward menolaknya. Akhirnya diadakan voting dirumah Cullen untuk memutuskan apakah Bella harus jadi vampir atau tidak. Dari hasil vote itu, semua setuju Bella dijadikan vampir karena dah nganggep Bella keluarga sendiri, selain itu, mereka ga mau Bella dibunuh keluarga Volturi. Edward tetep ga mau dan menolak Bella jadi vampir, ia pengen Bella tetep jadi manusia aja karena ga mau Bella ngejalanin hidup terkutuk jadi vampir.

Bella memohon Edward untuk mengubahnya jadi vampir. Edward yang masih marah mengajukan syarat kalo dia hanya mau menjadikan Bella vampir bila Bella mau menikah dengannya. Bella yang belum mau merit menolak permintaan Edward itu. Dan Edward tetep bersikukuh ga mau mengubah Bella jadi vampir sebelum Bella jadi istrinya. Ah ya, singkatnya, mereka nunggu dulu sampai Bella lulus SMU baru deh didiskusikan lagi soal perkawinan itu, cuz Bella pengennya dijadikan vampir hanya oleh Edward.

Edward dan keluarganya balik lagi ke Forks. Rosalie minta maaf pada Bella soal info jatuhnya Bella dari tebing yang keliru. Edward dan Bella pun kembali jadi sepasang kekasih dan mereka menghabiskan masa SMU yang hepi di Forks High School. Jacob yang patah hati mengembalikan motor Bella dan ia mengingatkan pada Edward soal kesepakatan yang telah dibuat nenek moyang Jacob dengan keluarga Cullen. Edward mengucapkan terima kasih pada Jacob karena udah menjaga Bella selama ini dan ga perlu mengkhawatirkan soal kesepakatan itu. Wah disinilah dilemanya. Bella ingin diubah jadi vampir, tapi kalo jadi digigit, berarti Edward udah melanggar kesepakatan dan itu berarti para werewolf akan memburu keluarga Cullen selamanya.

Fiiuuh...

Eniwei, film New Moon sudah mulai syuting sejak Maret 2009 ini dan dikabarkan akan sangat spektakuler. Moga-moga aja yah filmnya bisa sesuai abis sama novelnya cuz tiap bagiannya tuh sayang banget kalo ga ditampilkan, apalagi di novel nya kan ada bagian cliff-diving, kebut-kebutan dengan motorcycle, munculnya para werewolf, Laurent yang dikejar-kejar werewolf, pengejaran ke Volterra dan bahkan figur keluarga Volturi yang fantastis itu tentunya bakalan sangat menarik kalo dimunculkan semua.

Cast di New Moon ini juga masih sama dengan yang di Twilight, kayak Kristen Stewart sebagai Isabella Swan, Robert Pattinson sebagai Edward Cullen, Taylor Lautner sebagai Jacob Black, temen-temen Bella juga masih diperankan orang-orang yang sama demikian juga anggota keluarga Cullen, pemain-pemain baru tentu aja untuk memerankan keempat temennya Jacob sebagai werewolf. Kerennya lagi, Dakota Fanning akan berperan sebagai Jane, vampir kecil anggota keluarga Volturi yang punya kemampuan melumpuhkan lawan hanya dengan memandangnya.

dan untuk kelanjutnya dapat d tonton di 21 atu di situsnya http://www.twilightthemovie.com/


Harry Potter and the Half-Blood Prince

Diposting oleh no


Harry Potter and the Half-Blood Prince adalah film keenam dari seri film Harry Potter yang didasarkan pada novel berjudul sama karya J. K. Rowling. Film ini disutradarai oleh David Yates yang juga menyutradarai film kelima, The Order of the Phoenix. Produser film adalah David Heyman dan David Barron[5], dengan Steve Kloves sebagai penulis skenario film, yang juga menulis skenario empat film pertama.[6] Pengambilan gambar dimulai pada 24 September 2007 dan film ini dirilis di bioskop-bioskop seluruh dunia pada 15 Juli 2009. Di Indonesia, film ini dirilis pada 16 Juli 2009.

Film ini dibuka dengan kesuksesan komersial dan memecahkan rekor pendapatan film pembukaan terbesar sepanjang masa. Dalam lima hari film ini juga memecahkan rekor pendapatan lima hari terbesar dari seluruh dunia. Film ini juga didedikasikan untuk aktor Rob Knox, yang memerankan Marcus Belby dalam film ini, dan terbunuh pada Mei 2008।


प्लाट


Khawatir dengan pengalaman pertemuannya dengan Voldemort di Kementerian Sihir, Harry Potter merasa enggan untuk kembali ke Hogwarts. Dumbledore mendorongnya untuk kembali, setelah mengajaknya untuk menemui seorang mantan guru Hogwarts, Horace Slughorn. Dengan bantuan Harry, ia berhasil membujuk Slughorn agar mau kembali mengajar di Hogwarts.

Sementara itu, Pelahap Maut mulai menimbulkan kerusakan baik di kalangan Muggle (masyarakat manusia biasa non-sihir) maupun Penyihir. Mereka menghancurkan Jembatan Millennium serta menculik pembuat tongkat sihir Mr. Ollivander dan menghancurkan tokonya di Diagon Alley.

Bellatrix Lestrange berhasil membujuk Severus Snape untuk melakukan Sumpah Tak Terlanggar dengan ibu Draco Malfoy, Narcissa. Sumpah ini memastikan agar Snape melindungi Draco dan menyelesaikan tugas yang diberikan Voldemort kepada Draco, jika Draco gagal melakukannya.

Harry, Ron, dan Hermione, ketika sedang berada di Diagon Alley, mengikuti lalu melihat Draco memeasuki toko Borgin and Burkes dan mengambil bagian dalam sebuah ritual bersama kelompok Pelahap Maut. Selanjutnya, ketiga sahabat ini terus mewaspadai tindak-tanduk Draco.

Di Hogwarts, sekolah diamankan secara ketat baik oleh pihak sekolah maupun Kementerian Sihir untuk memastikan agar Pelahap Maut tidak dapat mendekati sekolah tersebut. Dengan kembalinya Slughorn mengajar Ramuan, Snape kini mendapatkan posisi untuk mengajar Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Profesor McGonagall mendorong Harry dan Ron untuk mengambil kelas Ramuan, yang kini diajar Slughorn yang mau menerima siswa dengan nilai OWL yang lebih rendah. Harry dan Ron, yang tidak membeli buku teks karena tidak menduga bahwa mereka dapat mengambil kelas itu, dipinjami buku teksnya dari kelas Ramuan.

Buku pinjaman Harry sudah dibubuhi tulisan-tulisan petunjuk yang lebih tepat untuk membuat ramuan dan mantra-mantra lain, dan dengan segera membuat Harry menjadi siswa Ramuan nomor satu melebihi siswa lainnya di kelasnya. Harry menemukan di sampulnya bahwa buku itu pernah dimiliki oleh "Pangeran Berdarah-Campuran". Hermione mencari di perpustakaan namun tidak dapat menemukan apa-apa mengenai nama ini. Setelah mengikuti petunjuk tulisan 'Pangeran Berdarah-Campuran', Harry kemudian berhasil memenangkan hadiah cairan keberuntungan, Felix Felicis, dari Profesor Slughorn karena keberhasilannya membuat sebuah ramuan yang sangat sulit.

Ketika akan mengikuti pertandingan Quidditch, Ron merasa gugup. Harry berbuat seolah-olah ia menambahkan cairan keberutungan ke minuman Ron, untuk menaikkan kepercayaan diri Ron. Akibatnya, Ron sukses besar menjadi kiper Quidditch dari tim Gryffindor, dan mendapatkan cinta Lavender Brown. Keduanya berciuman di pesta perayaan kemenangan Gryffindor di Ruang Rekreasi. Hermione yang melihat ini, lari meninggalkan ruangan itu sambil menangis, diikuti oleh Harry. Kepada Harry, Hermione mengakui bahwa ia memiliki perasaan kepada Ron dan mengerti bagaimana perasaan Harry ketika Ginny, yang ditaksirnya, berciuman dengan Dean Thomas.

Pada liburan Natal, Harry menghabiskan liburannya bersama keluarga Weasley, sambil berdiskusi bersama Mr. Weasley, Remus Lupin, dan Tonks mengenai situasi Hogwarts. Tiba-tiba terjadi serangan Pelahap Maut yang hendak menculik Harry. Mereka berhasil menggagalkan upaya Pelahap Maut itu, namun rumah keluarga Weasley, The Burrows, meledak dan terbakar. Kejadian ini menyebabkan Harry menyesali diri karena dialah yang menimbulkan bahaya kepada orang-orang yang disayanginya.

Dumbledore mengungkapkan memori Tom Riddle—nama asli Voldemort—melalui Pensieve kepada Harry, juga memori Slughorn di mana Riddle menanyakan mengenai suatu Sihir Hitam. Sayangnya memori itu telah diubah Slughorn sehingga tidak diketahui sihir hitam apa yang dibicarakan Slughorn dengan Riddle. Dumbledore mengatakan bahwa Slughorn mungkin takut akan konsekuensinya jika pembicaraan ini terungkap. Dumbledore juga percaya bahwa jika Sihir Hitam yang dibicarakan ini terungkap, maka mereka akan memiliki jalan untuk mengalahkan Voldemort. Karenanya, Dumbledore menyuruh Harry untuk berusaha mendekati Slughorn supaya akhirnya ia mau memberikan memori yang asli.

Dengan menggunakan cairan keberuntungan Felix Felicis yang dimenangkannya pada awal tahun masuk sekolah, Harry 'secara beruntung' berhasil mempertemukan Slughorn dengan Hagrid. Keduanya mabuk setelah upacara penguburan laba-laba raksasa Aragog milik Hagrid, dan Harry berhasil membujuk dan meyakinkan Slughorn untuk memberikan memori yang sesungguhnya.

Memori ini mengungkapkan bahwa Riddle menanyakan mengenai Horcrux, sebuah cara dalam Sihir Hitam untuk membagi jiwa ke dalam Horcrux sehingga pembuatnya tidak dapat mati selama Horcruxnya tidak dihancurkan. Dumbledore mengungkapkan bahwa Buku Harian Riddle (yang dihancurkan Harry pada buku kedua) dan sebuah Cincin milik ibu Voldemort adalah dua dari keenam Horcrux yang dibuat Riddle. Mereka harus mencari seluruh Horcrux dan menghancurkan semuanya supaya Voldemort dapat dikalahkan.

Harry kemudian semakin mencurigai tindak-tanduk Draco, mengikutinya di sekolah, tapi gagal untuk mengetahui apa yang direncanakan oleh Draco. Harry percaya bahwa Draco ada dibalik dua upaya untuk membahayakan hidup Dumbledore: yang pertama melalui kalung mematikan yang dititipkan oleh entah siapa kepada Katie Bell (di bawah Kutukan Imperius) untuk diberikan kepada Dumbledore sebagai hadiah; yang kedua melalui sebuah botol minuman Mead beracun yang hendak dihadiahkan Slughorn, juga terkena kutukan yang sama, kepada Dumbledore. Kejadian yang kedua ini diketahui secara tidak sengaja ketika minuman itu diminum oleh Ron.

Ron kemudian dirawat di rumah sakit, dan ketika sedang tidak sadar, ia mengigaukan nama Hermione di hadapan Lavender, yang langsung patah hati. Setelah insiden ini, Harry memojokkan Draco di sebuah toilet dan bertarung dengannya di sana. Harry menggunakan mantera Sectumsempra, yang pernah dibacanya di buku milik Pangeran Berdarah-Campuran. Mantera itu dengan hebat melukai dan membahayakan jiwa Draco. Snape tiba dengan segera, terbawa oleh Sumpah Tak Terlanggarnya, dan menyembuhkan Draco sementara Harry pergi tergesa-gesa. Ginny meyakinkan Harry untuk menyembunyikan buku itu di Kamar Kebutuhan untuk menghindarkan dirinya dari menggunakan buku itu lagi. Di Kamar itu, mereka menemukan Lemari Penghilang, yang sedang diusahakan perbaikannya oleh Draco, namun baik Harry maupun Ginny sama sekali tidak menyadari mengenainya. Ginny menyembunyikan buku itu dan kemudian berciuman dengan Harry.

Dumbledore mengajak Harry untuk membantunya menemukan salah satu Horcrux lainnya, di sebuah tempat yang baru diketahuinya. Keduanya ber-apparate ke sebuah tebing tepi laut, dan masuk ke sebuah gua tempat Horcrux itu disembunyikan. Di tengah-tengah danau di dalam gua itu terdapat sebuah pulau kristal kecil, dan mereka menemukan sebuah ceruk berisi cairan beracun yang di dasarnya terdapat Horcrux itu. Untuk dapat mengambil Horcruxnya, cairan itu harus diminum. Dumbledore menyuruh Harry untuk memaksa dirinya tetap minum cairan beracun itu, karena ia mengetahui bahwa cairan itu dapat mengubah pikiran. Dumbledore menghabiskan cairan beracun itu dengan dibantu-paksa diminumkan oleh Harry. Setelah habis, sementara Dumbledore memulihkan diri dari cairan itu, Harry meraih Horcrux yang berbentuk kalung liontin potret. Saat itu, sangat banyak Inferi (mayat hidup) bergerak dari dasar danau dan menyerang mereka. Dumbledore berhasil kembali ke kesadarannya tepat pada waktunya dan membakar semua Inferi itu, lalu keduanya ber-apparate kembali ke Menara Astronomi di Hogwarts.

Dumbledore, yang masih lemah akibat minum cairan beracun itu, menyuruh Harry untuk memanggilkan Snape. Namun sebelum Harry sempat pergi, terdengar langkah-langkah kaki dan Dumbledore menyuruh Harry untuk bersembunyi di sisi bawah tingkap Menara itu. Suara langkah kaki itu ternyata adalah Draco, yang bersiap untuk membunuh Dumbledore atas perintah Voldemort, tetapi—dari dalam dirinya—ia tidak dapat melakukannya. Sementara itu, Lemari Penghilang telah berhasil diperbaiki sehingga Bellatrix dan para Pelahap Maut lainnya berhasil memasuki Hogwarts melalui Lemari pasangannya di toko Borgin and Burkes, dan menggabungkan diri dengan Draco di Menara berhadapan dengan Dumbledore. Snape secara diam-diam datang melalui tingkap bawah tempat Harry bersembunyi, memberi isyarat agar Harry tetap diam, lalu naik ke atas dan bergabung dengan Pelahap Maut lainnya. Snape lalu melontarkan kutukan Avada Kedavra terhadap Dumbledore yang langsung membunuhnya. Kutukan itu menghantam Dumbledore dan melempar tubuh Dumbledore jatuh ke bawah dari sisi Menara. Snape, Draco, dan Pelahap Maut lainnya meninggalkan sekolah, Bellatrix melontarkan lambang Pelahap Maut ke atas sekolah, lalu menghancurkan Aula Besar, dan membakar pondok Hagrid sambil tertawa riang.

Harry berusaha untuk menghentikan mereka, dan menyerang Snape menggunakan mantera Sectumsempra. Namun Snape menangkis mantera itu dan berhasil menjatuhkan Harry. Sebelum pergi, Snape mengatakan bahwa dialah pencipta mantera Sectumsempra dan bahwa dialah 'Pangeran Berdarah-Campuran' itu.

Para staf guru dan murid-murid Hogwarts berkabung atas kematian Dumbledore dan Ginny menghibur Harry atas kejadian itu. Ketika ditanya, Harry sama sekali menolak untuk mengatakan kepada Profesor McGonagall mengenai apa yang dilakukannya bersama Dumbledore.

Belakangan, Harry mengungkapkan kepada Ron dan Hermione bahwa Horcrux yang ditemukannya bersama Dumbledore itu adalah palsu, berisikan sebuah pesan dari "R.A.B." yang menyatakan bahwa R.A.B. ini telah mengambil Horcrux itu dan berharap agar Voldemort tidak lagi dapat hidup abadi. Harry memberi tahu kedua rekannya bahwa ia tidak akan kembali ke sekolah pada tahun yang akan datang, dan sebaliknya akan mencari R.A.B. dan Horcrux-Horcrux lainnya supaya Voldemort pada akhirnya dapat dibinasakan. Ron dan Hermione mengingatkan Harry bahwa mereka adalah sahabat-sahabatnya dan mereka akan turut pergi bersama Harry dalam misinya itu.

Film ini diakhiri dengan ketiga sahabat itu melihat Fawkes, burung Phoenix milik Dumbledore, terbang menjauh dari batas sekolah Hogwarts.



DAN UNTUK LEBIH JELASNYA SILAKAN KLIK DISINI